[UNDER COVER] Ketika Tempat Prostitusi Berkedok Tempat Usaha: Kost2an, Cafe, Hotel
Ketika tempat prostitusi berkedok tempat usaha
Minggu, 2 Juni 2013 06:14:00
Membicarakan bisnis prostitusi dari zaman ke zaman memang tidak pernah ada habisnya. Hampir di seluruh dunia, prostitusi seakan tidak ada matinya. Di Indonesia, prostitusi dari yang blak-blakan sampai terselubung semua tersedia. Para wanita pekerja seks komersil (PSK) juga beragam dari yang masih bau kencur sampai sudah tua.
Untuk prostitusi yang blak-blakan, biasanya para PSK menjajakan diri secara terang-terangan di pinggir jalan. Sedangkan yang terselubung, biasanya berkedok suatu tempat usaha. Sebut saja, salon, pijat, refleksi dan hotel. Di tempat itu, para pria hidung belang memburu kenikmatan sesaat.
Secara kasat mata, mungkin orang yang belum paham tak akan tahu bagaimana membedakan tempat tersebut apakah menyediakan jasa esek-esek atau tidak. Dari luar, tempat usaha tersebut memang tampak sama seperti pada umumnya. Masyarakat akan tahu bedanya, apabila sudah masuk ke dalam tempat usaha itu. Jadi, di dalam nanti, barulah wanita penggoda akan merayu pria hidung belang. Tapi biasanya, para pria hidung belang sudah mengerti tempat usaha tersebut menyediakan layanan seks atau tidak dan bagi yang masih awam tentu akan kaget.
Layanan plus-plus yang mereka tawarkan pun beragam, dari mulai hanya pegang sampai berhubungan badan. Tentu saja tarif yang dipatok bervariatif. Biasanya, mahal atau murahnya tarif ditentukan oleh mewah atau terkenalnya tempat usaha itu. Tempat prostitusi berkedok tempat usaha yang sudah ternama tentu tidak sulit dalam mencari pelanggan. Tanpa promosi, pria hidung belang pasti akan mampir saban hari.
Para pengusaha yang baru terjun di bisnis tersebut tentu juga ingin mencari pelanggan setia. Tak tanggung-tanggung, mereka nekat membagikan selembaran-selembaran di setiap lampu merah demi mencari pelanggan untuk datang ke tempatnya. Laurel, bukan nama sebenarnya, mengaku sering mendatangi tempat-tempat tersebut untuk mencari kenikmatan. Dia juga tidak menampik kalau dari selebaran tersebut justru menambah koleksi tempat favorit. "Tergantung kalau dapet selebaran deket dengan rumah atau kantor pasti saya follow up. Penasaran juga soalnya," kata Laurel, Sabtu (1/6).
Untuk masalah harga, lanjut Laurel, biasanya kalau tempat yang baru buka lebih murah ketimbang yang sudah ternama. Namun, tentu saja kalau yang murah kamar yang digunakan juga hanya ala kadarnya. "Kalau yang mewah dan ternama kan tentu saja fasilitasnya lebih lengkap. Kalau yang tempat murah, yah hanya kasur dan kamar mandi, kadang ada AC kadang cuma kipas," tuturnya. Prostitusi berkedok tempat bisnis tentu memiliki cerita tersendiri yang menarik untuk diketahui. Pada hari Minggu (2/6) ini, merdeka.com akan mengulas prostitusi berkedok tempat bisnis di berbagai wilayah di Indonesia
http://www.merdeka.com/peristiwa/ket...pat-usaha.html

Beginilah Praktik Prostitusi Terselubung di Surabaya
Senin, 27 Mei 2013 | 10:13 WIB
SURABAYA, KOMPAS.com รข€” Obsesi Pemerintah Kota Surabaya untuk membersihkan praktik prostitusi sepertinya tak akan berdampak signifikan bagi perilaku para lelaki hidung belang. Mereka seolah dijamin tak akan kehilangan tempat untuk memuaskan hasratnya karena saat sebagian kompleks lokalisasi mulai disterilkan, justru praktik prostitusi terselubung menjamur deras. Praktik prostitusi terselubung di Surabaya beragam bentuknya. Dari penelusuran Kompas.com, paling banyak, prostitusi berkedok praktik jasa pijat kebugaran atau layanan spa. Dua tahun terakhir, praktik tersebut mulai menjamur hampir merata untuk level ekonomi menengah ke atas, hingga menengah ke bawah. Dari harga di atas Rp 1 juta, hingga harga di bawah Rp 500 ribu.
Tempat-tempat tersebut hanya populer di kalangan tertentu. Maklum, namanya tidak sepopuler kawasan lokalisasi Dolly, Jarak, atau Bangunsari. Kebanyakan, tempat operasi prostitusi ini menyatu dengan kompleks ruko, berjajar dengan kantor usaha lainnya seperti agen travel, atau kantor pengacara. Untuk level menengah ke atas, ada yang memilih tempat eksklusif di hotel atau lantai atas pusat perbelanjaan. Jam operasi ''wisata sensual'' tersebut juga tidak seperti kebanyakan kompleks lokalisasi yang buka hingga tengah dini hari. Jam operasi sebagian prostitusi ini menyesuaikan jam kerja, dari pukul 10.00 WIB hingga maksimal pukul 21.00 WIB.
Seorang lelaki yang mengaku gemar menjelajah wisata sensual di Surabaya mengaku lebih suka ''jajan'' di panti pijat atau spa karena menurut dia tempatnya lebih aman, waktunya juga bersahabat. ''Tidak perlu keluar malam karena bisa ke sana saat jam istirahat kerja,'' kata pria 35 tahun yang berprofesi sebagai sales produk bangunan ini. Seperti diberitakan, Pemkot Surabaya didukung Pemprov Jatim dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tiga tahun terakhir gencar berkampanye menghapus julukan Kota Surabaya yang tenar disebut ''Kota Sejuta PSK''. Berbagai program diturunkan agar para PSK tidak lagi beroperasi, di antaranya dengan membekali mereka dengan kemampuan usaha dan memberikan bekal Rp 3 juta per PSK untuk membuka usaha baru di kampung halamannya. Pemkot Surabaya mengklaim, usahanya itu mampu menurunkan jumlah PSK. Di dua kompleks lokalisasi Dolly dan Jarak, hingga Mei 2012 tercatat sebanyak 1.080 PSK. Jumlah itu turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.132 PSK. Sementara di lokalisasi Bangunsari, di akhir 2012 jumlah PSK turun menjadi 162 dari jumlah di tahun sebelumnya yang mencapai 213 PSK.
http://regional.kompas.com/read/2013...ng.di.Surabaya
Illustrasi
Rumah Kost Diduga Jadi Tempat Prostitusi Terselubung
Friday, 31 May 2013, 07:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Efek ditutupnya lokalisasi pelacuran Lembah Harapan Baru di km 17 Soekarno-Hatta, Balikpapan, dikhawatirkan membuat para pelacur memindahkan praktik pelacuran di rumah kost di tengah kota. Untuk itu Satpol PP Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan razia rumah-rumah kost. "Fenomena menjadikan rumah kost sebagai tempat transaksi seks itu ada di Balikpapan, itu yang sekarang kita berantas dan kita tangkal dengan razia," kata Kepala Satpol Balikpapan Freddy Pasaribu, Jumat.
Razia, tandas Pasaribu, adalah tindakan tegas dari pemerintah bahwa perilaku memanfaatkan rumah kost untuk perbuatan seperti itu tidak bisa diterima di masyarakat. Satpol PP melakukan razia dengan mendatangi langsung rumah-rumah kost yang dicurigai pada waktu-waktu tertentu. Mereka meminta penghuni menunjukkan tanda identitasnya dan memeriksa ke dalam kamar.
Diakui oleh Pasaribu, kebanyakan tempat kost yang dicurigai adalah tempat kost wanita. Tempat-tempat kost itu berada di tengah-tengah kota seperti kawasan Gunung Sari, Gunung Malang, Gunung Pasir, Gunung Guntur, dan kawasan Sepinggan.
Selain melakukan razia, Satpol PP juga melakukan penyuluhan kepada para pemilik rumah kost dan rumah sewaan. "Kami sampaikan bahwa memang belum ada aturan baku dari pemerintah dalam bentuk perda, misalnya. Tapi kita semua orang beragama dan mengerti norma susila. Dengan dasar itu kita tahu tidak boleh mencampur kamar kost untuk laki-laki dan perempuan dalam satu atap," ujar Pasaribu.
Tamu laki-laki juga bila bertamu tidak diperkenankan sampai ke dalam kamar, tapi cukup di ruang tamu yang terbuka. Demikian pula sebaliknya di kost laki-laki yang dikunjungi tamu wanita. Para pemilik kost dan rumah sewa juga diminta rutin melaporkan keadaan penghuni rumah-rumahnya tersebut. Satpol PP mengharapkan petugas di tingkat RT juga rajin memeriksa keberadaan dan aktivitas penghuni rumah kost. "Jadi mari kita awasi bersama untuk kenyamanan lingkungan kita," kata Pasaribu.
http://www.republika.co.id/berita/na...si-terselubung
Prostitusi Terselubung Diatur Rapi bak Sindikat Kejahatan Umumnya?
Quote:Yunita Keiko, Ratu Prostitusi yg yang Miliki 1600 PSK Itu Ditangkap di Surabaya
Banyak Pejabat yang Hendak membebaskannya!
Akhirnya hanya di Vonis 1 tahun Penjara saja!
Senin, 10 September 2012



Yunita Keiko, Ratu Prostitusi dari Surabaya

Ayam ras koleksi Keyko, ada 1.600 orang PSK peliharaannya yang ebrkeliaran di seputar Surabaya!
Mucikari papan atas yang melayani pelanggan kalangan atas, Yunita atau yang lebih dikenal di kalangan hidung belang, Keyko, ditangkap oleh Polrestabes Surabaya. Keyko merupakan bos besar jaringan mucikari nasional. Keyko memiliki anak buah, atau Pekerja Seks Komersial (PSK), sebanyak 1.600 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia. "Tersangka ini mucikari papan atas, dia melayani kalangan-kalangan atas, dan namanya sudah sangat terkenal," kata Kasatreskrim Polrestabes, AKBP Farman, Senin (10/9/2012).
Keyko memiliki sekitar 300 anak buah atau General Manager (GM), yang tersebar di seluruh Indonesia terutama, kota-kota besar. GM-GM tersebutlah yang mengkoordinir, para gadis di setiap daerah. Gadis-gadis anak buah Keyko sendiri tidak sembarangan. Anak buah Keyko rata-rata model, mahasiswi, SPG, dan rata-rata masih berusia 19-22 tahun. "Tersangka kami tangkap di Bali, dan kini kami masih lakukan pengembangan, untuk menangkap anak buah Keyko lainnya," tambah Farman.
http://www.tabloidnova.com/layout/se...ap-di-Surabaya
Pejabat Berebut Ingin Bebaskan si Ratu Prostitusi Yunita alias Keyko
Rabu, 12 September 2012 16:52 WIB
Yunita alias Keyko (baju merah) diamankan di Mapolrestabes Surabaya bersama ribuan foto anak buahnya.
BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Polisi membongkar praktik prostitusi kelas atas bertarif Rp 5 juta sekali kencan, sekaligus menangkap mucikarinya Yunita alias Keyko. Ratu prostitusi asal Jakarta ini memiliki 1.800 anak buah yang tersebar di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Menariknya, sejak ditangkap Senin (10/9) lalu, sejumlah pejabat dan pengusaha kelas atas berusaha membebaskan sang ratu dengan berbagai cara. "Tersangka ini adalah mucikari papan atas, dia melayani pelanggan dari kalangan atas termasuk pejabat dari Jakarta. Kami menangkap tersangka di rumahnya di Bali, dan kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap anak buah Keyko," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman dalam gelar perkara Keyko di Mapolrestabes Surabaya, Senin (10/9).
Polisi membutuhkan waktu panjang untuk membekuk Keyko karena wanita seksi itu memiliki banyak tempat tinggal dan selalu berpindah-pindah. Data yang didapat polisi, Keyko di antaranya memiliki tempat tinggal di Kabupaten Bandung; Sukabumi; Jalan Letda Ngurah Putra, Denpasar Timur; Jalan Semanggi, Glegor Carik, Denpasar Selatan; serta beberapa tempat lainnya, termasuk di Jalan Merak dan Darmo Husada di Surabaya. Wilayah bisnis seks Keyko terbentang luas mulai Jakarta, Semarang, dan Surabaya hingga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan omzet sekitar Rp 3 miliar sebulan. Itu sebabnya, para pelanggannya bisa dengan mudah memesan wanita panggilan binaan Keyko jika sedang dinas di kota-kota tersebut. Tinggal kontak, seorang wanita cantik langsung meluncur ke tempat yang diinginkan pelanggan. "Nama Keyko sudah sangat terkenal di kalangan pelanggan kelas atas," tandas Farman.
Sumber di kepolisian mengungkapkan, hubungan bisnis Keyko dan pelanggannya terjalin sangat erat, sampai-sampai beberapa bos dan pejabat bersusah payah mau menyelamatkan Keyko dari jeratan hukum. "Sejumlah orang berusaha melobi agar kasus Keyko tidak berlanjut, tetapi kami tetap memprosesnya," kata sumber tersebut. Sebagai bukti bahwa Keyko memiliki ratusan pelanggan setia adalah masih banyaknya pesan singkat (SMS) dan BBM (BlackBerry Messenger) ke telepon selulernya, setelah ia tertangkap. Rupanya para pelanggan itu belum tahu bahwa Keyko sudah tertangkap polisi.
Isi pesannya pun beraneka ragam, mulai sekadar menanyakan kabar hingga bertanya apakah ada 'barang baru'. "Kemarin kami lihat terdapat ratusan SMS dan BBM yang masuk ke BB (BlackBerry) Keyko," kata seorang penyidik. Dalam pemeriksaan, Keyko mengaku memiliki anak buah 1.800 gadis panggilan. Meski terkesan fantastis, namun angka itu cukup masuk akal karena Keyko menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan kecanggihan perangkat komunikasi. Sehingga Keyko tidak perlu menampung para anak buahnya seperti dilakukan mucikari Hartono di masa lalu.
http://bangka.tribunnews.com/2012/09...atu-prostitusi
Surabaya, Rabu, 23 Januari 2013 - Yunita alias Keyko,si Ratu prostitusi divonis 1 tahun. Terdakwa kasus prostitusi online Yunita alias Keyko (34) berjalan usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/1). Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Unggul Ahmadi tersebut, Keyko di vonis hukuman satu tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 296 KUHP.(BERITA Foto)
----------------------------
Ketika kita semua masih miskin sebagai bangsa di era tahun 1950-an hingga awal 1980-an, sangat banyak jalan-jalan yang berlobang-lobang di seluruh negeri ini. Tapi ketika zaman sudah maju (ditandai Indonesia yang bergabung dalam klub elit G-20), ketika kita sudah mulai merasakan kehidupan yang kaya dan makmur, meski hanya untuk sebagian kecil penduduk saja, jalan-jalan itu sudah tak ada lagi yang berlobang-lobang. Semuanya mulus. Yang ada justru timbul masalah baru, banyak sekali 'lobang yang berjalan-jalan' pada hari ini ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar