Jumat, 20 Juni 2014

Tujuh Hal Yang Perlu Anda Tahu Tentang Pemakaian Celana Dalam Saat Berolahraga

https://id.she.yahoo.com/tujuh-hal-yang-perlu-anda-tahu-tentang-pemakaian-celana-dalam-saat-berolahraga-045710134.html



Tak peduli Anda lebih suka celana dalam besar dan nyaman, g-string yang seksi, atau bahkan tak suka pakai celana dalam sama sekali,  ada beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai kesehatan dan kebersihan celana dalam. Kami meminta tim ahli kami untuk memberikan nasihat seputar celana dalam bagi wanita yang aktif (dan suka bertualang, bersepeda, mendaki, berlari, dan berenang).

1. Pakai atau tidak pakai? Tidak masalah!

Mau pakai atau tidak pakai celana dalam, itu tergantung pada pilihan pribadi Anda. Namun ada beberapa alasan yang menarik untuk dipertimbangkan kenapa Anda perlu memakai celana dalam.

“Bakteri dan jamur suka dengan lingkungan yang lembap dan hangat,” kata Doerthe Brueggmann, M.D., dari Health Goes Female. “Jadi perlindungan yang paling efektif dan sederhana ialah dengan memakai celana dalam di balik busana kerja Anda untuk menyerap keringat dan kelembapan yang meningkat. Itulah sebabnya tidak memakai celana dalam adalah ide yang buruk!”

Namun, David Bank, M.D., pendiri dan direktr ur Center for Dermatology, Cosmetic & Laser Surgery, menambahkan bahwa bahan kainnya juga penting untuk dipertimbangkan. “Jika Anda biasanya mengenakan rok atau celana yang bisa menyerap kelembapan, maka mengenakan celana dalam tidaklah terlalu penting.” Dan berkat inovasi terbaru dalam  pakaian fitness, banyak celana panjang dan celana pendek memiliki pakaian dalam yang sudah menyatu, yang terbuat dari bahan yang bisa menyerap kelembapan dan antibakteri.

2. Celana dalam model g-string bukanlan pilihan

Walau banyak wanita tidak suka garis celana dalamnya terlihat saat mengenakan baju ketat, coba pertimbangkan efek sampingnya. “G-string biasanya sangat ketat dan cenderung sering bergeser ketika Anda berolahraga,” ujar Bank. “Semua gesekan dan hawa panas itu bisa menyebabkan infeksi saluran kencing dan infeksi bakteri di vagina, apa pun bahannya.”

David Elmer, M.D., konsultan  Nantucket Cottage Hospital setuju dengan pernyataan itu, mengatakan bahwa celana dalam model g-string sebenarnya bersifat seperti serat kain, memancing bakteri dari bagian belakang ke arah vagina dan/atau ke arah saluran kencing. Jalan tol bakteri? Tidak usah, ya!

3. Hindari bahan satin dan bahan berenda. 
Keduanya membuat kulit sulit bernapas, dan renda bisa menggesek kulit Anda dengan cara yang salah dan menyebabkan iritasi. Menurut Christine O’Connor, M.D., direktur Well Woman Care and Adolescent Gynecology di The Weinberg Center for Women's Health di Mercy Medical Center, bahan terbaik untuk celana dalam yang cocok untuk dipakai saat berolahraga adalah bahan yang mampu menyerap kelembapan dan membuat kulit bisa bernapas, namun banyak bahan sintetis yang lebih baru dirancang secara spesifik untuk menjaga Anda tetap kering. Untuk gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang, seperti lari jarak jauh, belilah celana dalam dengan jahitan yang datar yang tidak kasar.

Bank setuju bahwa bahan yang lebih baru dan khusus untuk pakaian olahraga lebih baik dari pada katun biasa. “Kebanyakan [celana dalam khusus] bersifat elastis dan cocok untuk dipakai saat mendaki dan berlutut. Bahannya juga mampu menyerap keringat lebih efektif daripada celana dalam bahan katun untuk menjaga agar Anda tetap kering,” ujarnya. “Bahan antimicrobial yang terkandung di dalamnya juga membantu mengurangi bau. Pilihan itu benar-benar sesuai dengan uang yang Anda keluarkan untuk menjaga agar Anda tetap sehat dan kering ketika berolahraga.”

Tapi jangan sampai keasyikan . Jika Anda memakai celana dalam antrimicrobial “berbahan perak,” Anda lebih baik menyimpan uang Anda-penelitian menunjukkan bahwa 50 persen peraknya hilang setelah hanya baru beberapa kali dicuci.

5. Anda boleh waxing jika Anda mau
Banyak wanita bugar  merasa “lebih bersih” jika mereka bercukur. Namun walaupun itu terlihat lebih bersih, waxing dan bercukur bisa menyebabkan efek yang berlawanan. “Rambut kemaluan ada untuk melindungi area genital dan kulit yang sensitif di area tersebut,” ujar Bank. “Ketika rambutnya di-wax atau bahkan dicukur, Anda menghilangkan sebuah lapisan pelindung penting. Kemungkinan berisiko infeksi, luka bakar, rambut tumbuh ke dalam yang terinfeksi dan menyebabkan luka.”

Masih ingin membuatnya rapi? “Secara keseluruhan, waxing adalah metode yang lebih halus untuk menghilangkan rambut tersebut dan bisa jadi pilihan khususnya jika Anda memiliki kulit yang sensitif atau mudah terkena infeksi, “ ujar Brueggman.  Namun jika Anda benar-benar membuatnya "gundul", pastikan Anda rajin mengenakan celana dalam bersih untuk menjaga perlindungan kulit yang sensitif.

6. Pentingnya ganti celana dalam
Jika Anda berlatih untuk sebuah acara besar seperti triatlon atau maraton, Anda harus memperhatikan celana dalam Anda dengan  lebih ekstra karena Anda akan memakainya dalam waktu yang sangat lama. Sedikit gesekan pada jarak satu mil bisa meyebabkan lecet pada 20 mil. Untuk mencegah bencana pada hari pertandingan, O’Connor menyarankan untuk merencanakan jenis celana dalam yang akan Anda pakai sebelumnya, mengantisipasi masalah seperti gesekan, dan melakukan beberapa uji coba lari sebelum hari pertandingan.

Jika berhubungan dengan olahraga air, hawa panas dan kelembapan adalah musuh utama Anda, kata O’onnor. “Itu adalah dua hal yang mendorong pertumbuhan bakteri, yang bisa menyebabkan UTI (infeksi saluran kencing), infeksi jamur, atau bacterial vaginosis.” Hal itu akan benar-benar bermasalah jika latihan yang Anda ambil mengharuskan Anda untuk mengenakan pakaian lembap dalam waktu yang lama, seperti triatlon atau berenang.

Bank merekomendasikan untuk memilih trisuit atau pakaian renang dan segera ganti bawahannya dengan bawahan yang kering saat waktu transisi dari berenang ke bersepeda. Hal itu akan membantu Anda menghindari infeksi jamur, walaupun kami berani mengatakan hal itu akan membuat Anda repot! (Akan tetapi jika Anda melakukan triatlon, Anda mungkin sudah tidak lagi memikirkan soal kerepotan).

7. Saat datang bulan
Tidak perlu panik dan ganti mengenakan celana dalam  model kuno (atau bahkan lebih buruk, melewatkan olahraga Anda!) hanya karena Anda sedang mengalami datang bulan. Sebuah rok tenis berwarna putih mungkin bukanlah pilihan yang baik, namun saat ini Anda memiliki banyak pilihan untuk membendung banyaknya darah yang keluar. “Tampon atau pembalut akan mengurangi gesekan terhadap vulva,” ujar Rochelle Torgerson, M.D., Ph.D., dari Mayo Clinic. Namun apa pun yang menurut Anda nyaman dipakai adalah pilihan yang terbaik.

Dan semua jenis pembalut yang beraroma wangi? Lewat. “Itu adalah mitos yang sudah lama diceritakan bahwa daerah intim wanita harus tercium wangi!” ujar Torgerson. “Kami memiliki kelenjar apokrin di selangkangan. Bau adalah hal yang wajar.”

Selama Anda mengikuti langkah dasar untuk menjaga kebersihan-- dia menyarankan agar Anda mandi dengan sabun yang lembut di kulit setelah Anda berolah raga--  maka Anda akan baik-baik saja. (Namun jika Anda mencium bau yang tidak biasa, Anda harus menemui dokter, segera.(mu/ml)

BACA JUGA:

Akibat buruk pakaian dalam
Tidur pakai bra benarkah berbahaya?
Tidur tanpa pakaian dalam membantu kesuburan
Empat kebiasaan buruk wanita dalam berbusana
Tip mengembalikan kesuburan pria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar