Jumat, 20 Juni 2014

Ustad Lokalisasi: Migrasi PSK Dolly Wajar

http://www.tempo.co/read/news/2014/01/08/058543118/Ustad-Lokalisasi-Migrasi-PSK-Dolly-Wajar

Ustad Lokalisasi: Migrasi PSK Dolly Wajar

Ustad Lokalisasi: Migrasi PSK Dolly Wajar
Sejumlah PSK meutupi wajahnya saat mengikuti deklarasi kawasan bebas prostitusi di lokalisasi Klakahrejo, Surabaya (25/08). Deklrasi ini ditolak oleh puluhan warga yang menggantungkan hidup di kawasan lokalisasi ini. TEMPO/Fully Syafi
TEMPO.COSurabaya - Ikatan Dai Area Lokalisasi (IDIAL) Jawa Timur mengakui adanya kemungkinan perpindahan pekerja seks komersial ke lokalisasi di kota lain. IDIAL adalah lembaga koordinasi pembimbing rohani PSK dan mucikari yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Migrasi PSK Dolly dianggap sebagai hal wajar. Ini karena beberapa lokalisasi di sejumlah kota dan kabupaten memang belum ditutup (lihat: Dolly Siap Tutup Akhir Tahun Ini). "Yang dipulangkan kan sedemikian banyak dan belum semua lokalisasi memang ditutup," kata Sekretaris Umum IDIAL Jawa Timur, Ustad Mochammad Yunus, kala dihubungi Tempo.
Ia menilai migrasi PSK adalah hal yang wajar terjadi. Namun, menurut Yunus, informasi tentang kepindahan PSK Surabaya itu harus diperjelas kembali. Apakah mereka PSK yang ikut program penutupan lokalisasi atau tidak.
Jika para PSK itu mengaku berasal dari Dolly, itu artinya mereka tidak menjalani proses pemulangan secara resmi. Sebab, Dolly merupakan lokalisasi yang belum ditutup Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Dolly kan belum ditutup. Berarti mereka memang belum dipulangkan secara resmi. Kalau pindah berarti atas kemauan sendiri," kata Yunus.
Di Surabaya, masih ada dua lokalisasi yang belum ditutup, yaitu Jarak dan Dolly. Sedangkan satu lokalisasi Sememi sudah dideklarasikan untuk ditutup, tapi masih menunggu dana stimulan dari Kementerian Sosial.
Yayasan Paramitra Malang menemukan sedikitnya 10 PSK dari Dolly "membuka praktek" di Kabupaten Malang. Mereka menyerbu lokalisasi di daerah Kabupaten Malang dan sekitarnya, seperti lokalisasi Suko di Kecamatan Sumberpucung.
Selain Suko, masih ada banyak lokalisasi di Malang, yakni lokalisasi Slorok dan Kandangsapi di Kecamatan Gondanglegi, lokalisasi Kali Kudu di Kecamatan Pujon, lokalisasi Kebobang Wonosari, serta lokalisasi Kromengan, Kebobang, dan Embong Miring di Kecamatan Ngantang. Di antara beberapa lokalisasi tersebut, tampaknya Suko menjadi favorit PSK asal Surabaya. Selain Surabaya, eks PSK Banyuwangi dan Tulungagung juga menyerbu Malang.
Kebijakan pemerintah daerah menutup kawasan lokalisasi dengan memberikan santunan kepada PSK maupun mucikari ternyata belum cukup efektif. Menurut Marsikan, pemerintah harus lebih serius memberi bekal keterampilan agar para pekerja seks ini siap beralih profesi. “Lokalisasi tak bisa ditutup sepihak tanpa memberi bekal keterampilan yang memadai,” kata Marsikan kepada Tempo, Selasa, 7 Januari 2013.
AGITA SUKMA LISTYANTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar