0 Google +0 0 55
(Foto: Istimewa)Bintang iklan produk Bontang Toejoe mirip Joko Widodo
LENSAINDONESIA.COM: Tim advokasi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) berencana melaporkan iklan produk Bintang Toedjoe.
Ada indikasi iklan tersebut mengkampanyekan pasangan capres-cawapres nomor 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) secara terselubung.
Baca juga: Demokrat beri sinyal kadernya untuk memilih calon yang disukainya dan Tim pemenangan tak terima Prabowo disebut jelmaan iblis
“Iklan komersial tidak dihitung sebagai iklan kampanye. Padahal iklan kampanye ada batasan jumlah penayangan,” kata Habiburokhman, Kuasa hukum Prabowo-Hatta, di Jakarta, Jumat (13/06/2014).
Sehingga, jumlah penayangan iklan kampanye Jokowi bisa menjadi jauh lebih banyak dibanding Prabowo-Hatta. karena iklan Jokowi tidak hanya kampanye, namun juga iklan kampanye yang terselubung dalam iklan komersial.
“Dalam iklan tersebut ditemukan beberapa unsur yang mengkampanyekan Jokowi-JK,” kata Habiburokhman.
Seperti diketahui iklan produk minuman obat masuk angin tersebut terdapat banyak versi. Iklan tersebut juga kerap menggunakan karakter Jokowi yang diperankan oleh orang lain dengan branding bejo.
Dia menambahkan seharusnya dalam pilpres ini masing-masing calon menggunakan cara yang elegan. Menghindari kecurangan dalam bentuk apa pun.
Apalagi, kata dia, pemilik Bintang Toedjoe dekat dengan Jokowi. Habiburokhman mengatakan rencananya tim kuasa hukum akan melaporkan kasus tersebut ke Bawaslu pada hari Senin mendatang. Agar pelanggaran tersebut segera ditindak oleh Bawaslu.@endang
Diamankan Panwalu di Ponpes Asawiyah Tarokan
Tabloid ‘black campaign’ Obor Rakyat beredar di Kediri
Jumat, 13 Juni 2014 22:45 WIB (6 hari yang lalu)Editor: Mohammad Ridwan
0 Google +1 0 5
(Foto: Andik Kartika-lensaindonesia.com)Tablot Obor Raktar yang diterbitkan untuk blac campaign terhadap pasangan capres-cawapres Jokowi-JK diamankan Panwalu Kabupaten Kediri
LENSAINDONESIA.COM: Tabloid Obor Rakyat yang digunakan sebagai alat black campaign terhadap pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla berdar di Kediri, Jawa Timur.
Tabloid yang di buat oleh beberapa oknum wartawan untuk kepentingan pemenangan salah satu pasangan capres ini sebagian besar disebar di lingkungan pondok pesantren (ponpes).
Baca juga: GP Ansor dipastikan merapat ke Jokowi-JK danTabloid Obor Rakyat disokong Rp 20 miliar untuk hancurkan Jokowi
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kediri Mudji Harjita mengatakan, media propaganda tersebut dikirim dan disebar oleh orang yang tidak diketahui identitasnya.
Panwas menemukan puluhan eksemplar Tabloid Obor Rakyat tersebut setelah menerima laporan dari santri Ponpes Asawiyah Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan.
“Para santri tidak tahu siapa pengirimnya dan yang mengedarkan. Pastinya ini dilakukan oknum masyarakat dari luar lingkungan pondok,” katanya, Jumat (13/06/2014).
Dari laporan tersebut Panwalu lantas melakukan penyelidikan ke Ponpes Asawiyah. Dan benar. Tim Panwas tidak menemukan alamat pengirim di dalam bungkus tablot tersebut.
“Koran tersebut dikirim via Pos dan ditujukan pada kantor desa. Lantas oleh pihak desa koran tersebut diantar ke Ponpes yang ada di desa Kalirong. Namun saat dibuka oleh santri ternyata berisi 25 eksemplar Tabloid Obor Rakyat. Lantas oleh Pihak Ponpes dilaporkan ke Panwascam,” ungkap Mudji Harjita.
Panwaslu Kabupaten Kediri berjanji akan menindaklanjuti kasus ini. Dipastikan, tabloid Black Campaign tersebut juga dikirim ke kantor-kantor lain di wilayah Kabupaten Kediri.
Tabloid Obor Rakyat ini tidak mencantumkan alamat redaksi yang jelas. Disamping itu, struktur keredaksian juga diduga diisi oleh oknum wartawan yang menggunakan nama samaran.@andik kartika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar