Kamis, 19 Juni 2014

Warga sindir Risma tak tutup Dolly, tapi tutup Islamic Center





Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 20 Juni 2014 01:10



Warga sindir Risma tak tutup Dolly, tapi tutup Islamic Center
psk gang dolly. ©2014 merdeka.com/mochammad andriansyah
Merdeka.com - Deklarasi yang dilakukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Rabu (18/6) lalu, diartikan oleh para penghuni Gang Dolly dan Jarak hanya sebagai penutupan Islamic Center bukan penutupan lokalisasi yang berada di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan tersebut.

Alasannya, jika memang deklarasi penutupan itu untuk Dolly dan Jarak, seharusnya dilakukan di area lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut, bukan di luar lokalisasi.

"Deklarasi yang dilakukan Wali Kota Risma, dan Gubernur Soekarwodan saksikan Menteri Sosial pada Rabu malam kemarin itu untuk menutup Islamic Center, bukan Dolly. Artinya Bu Risma mengizinkan Dolly tetap dibuka selamanya. Terima kasih Bu Risma," ejek Saputra alias Pokemon yang menjadi Komandan Relawan Bintang Merah, Kamis(19/6) malam.

Menurut Pokemon, wisma di Jarak dan Dolly masih beroperasi seperti biasa. Hal tersebut menjadi bukti Dolly dan Jarak masih 'berlendir'.

"Kita lihat nyatanya wisma masih buka. Karena Bu Risma sudah mengizinkan Dolly dan Jarak buka selamanya," sindir dia.

Pantauan di lapangan, wisma yang berada di sisi barat hingga sisi timur masih terlihat geliatnya, terkecuali Wisma Barbara dan New Barbara milik Sakak. Wisma Barbara merupakan rumah bordil peninggalan Dolly van Der Mart, pendiri Gang Dolly.

Wisma yang malam ini tetap memperlihatkan geliatnya, atau sehari pasca-deklarasi penutupan di Islamic Center adalah Setia Asih, Ratu Kembar, Wisma 07, Wisma 2B, New Borneo, Karaoke Nusa Dua, Rilex II, Madonna, Sembilan Belas, Madonna 10, Tampomas, Lancar 12, Rollies 23, Rollies 27, Top Sembilan II, Monalisa, Dolly Racun, Arum Manis, Wisma 26, Wisma 35, Wisma 30, Gaza, Monggo Mas, dan Wisma Srikandi.

Pun begitu di lokalisasi Jarak. Seluruh wisma di Jarak, salah satunya Wisma Harmonis, tetap menyuguhkan perempuan-perempuan penggoda syahwat yang setia menunggu pelanggan di atas sofa di balik etalase kaca.

"Kalau mereka tetap memaksa masuk untuk melakukan penutupan. Kita akan melawan. Kita juga akan melakukan sweeping di tempat-tempat di luar lokalisasi ini. Tempat-tempat pitrat (tempat pijat plus) dan wisma-wisma mewah akan kita sweeping. Karena mestinya wisma-wisma dan pitrat itu yang ditutup, bukan Dolly," ancam Pokemon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar