Kamis, 19 Juni 2014 13:26 WITA
POS KUPANG.COM, SURABAYA -- Salah seorang pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku bernama Lita mengatakan sering melayani pejabat. Terkait hal itu, dia tidak terima jika kompleks lokalisasi prostitusi Gang Dolly ditutup.
"Saya juga sering melayani para pejabat, kok. Enaknya sendiri dia mau menutup," kata dia saat ikut memblokade jalan menuju Gang Dolly, Surabaya, Rabu (18/6/2014).
"Jangan salahkan jika Dolly ditutup, kami berbuat liar dan meresahkan masyarakat dan suami banyak orang," katanya lagi kepadaKompas.com.
Ditanya apakah ada tawaran solusi kepada Pemkot Surabaya, Lita mengatakan tidak. Pokoknya, kata dia, Gang Dolly tetap dibuka.
"Tawaran kita, (Dolly) tetap dibuka dan PSK yang liar disiapkan tempat. Dolly sudah nyaman, tidak meresahkan rakyat karena sudah ada lokasinya. Yang liar yang harus ditertibkan," kata dia.*
"Saya juga sering melayani para pejabat, kok. Enaknya sendiri dia mau menutup," kata dia saat ikut memblokade jalan menuju Gang Dolly, Surabaya, Rabu (18/6/2014).
"Jangan salahkan jika Dolly ditutup, kami berbuat liar dan meresahkan masyarakat dan suami banyak orang," katanya lagi kepadaKompas.com.
Ditanya apakah ada tawaran solusi kepada Pemkot Surabaya, Lita mengatakan tidak. Pokoknya, kata dia, Gang Dolly tetap dibuka.
"Tawaran kita, (Dolly) tetap dibuka dan PSK yang liar disiapkan tempat. Dolly sudah nyaman, tidak meresahkan rakyat karena sudah ada lokasinya. Yang liar yang harus ditertibkan," kata dia.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar