itoday - Penutupan lokalisasi terbesar di Jawa Timur, Dolly di Surabaya, berdampak pada kota-kota di sekitarnya. Banyak pekerja seks komersial yang ditolak di lokalisasi tersebut kini menyerbu Kota Malang.
Hal itu dikatakan Marsikan, fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, sebuah LSM yang bergerak bidang advokasi penyebaran HIV/AIDS di kalangan PSK di Malang.
Hal itu dikatakan Marsikan, fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, sebuah LSM yang bergerak bidang advokasi penyebaran HIV/AIDS di kalangan PSK di Malang.
“Adapuluhan PSK yang ditolak di Dolly dan memutuskan meninggalkan lokalisasi Dolly, yang kini pindah keMalang,” kata Marsikan, Rabu (15/1).
Menanggapi hal itu, pemerintah Kota Malang melakukan tindakan antisipasi sebelum kegiatan para PSK meresahkan warga, seperti dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Mulyono. “Kami akan sisir beberapa spot yang diduga jadi tempat operasi PSK di KotaMalang,” katanya.
Mulyono menjelaskan, di Kota Malangtidak ada lokalisasi sehingga ada potensi terjadi praktik prostitusi liar. “Saat ini, pihak Satpol PP masih dalam tahap pemantauan. Nanti akan melakukan razia,” ungkapnya.
Adasejumlah titik yang diduga menjadi lokasi dropping PSK. Mulyono mengaku, pihaknya sudah menerima banyak laporan dari masyarakat tentang mulai menjamurnya aktivitas PSK di lokasi-lokasi tersebut.
“Mereka beroperasi secara liar dipinggir jalan. Kita sudah buat tim khusus menangani PSK liar itu. Sudah siap bergerak,” katanya.
sumber:Tribunnews
Read more: http://www.itoday.co.id/metro/kriminal/lokalisasi-dolly-tutup-banyak-psk-pindah-ke-kota-malang#ixzz35F0Ebguq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar