Minggu, 22 Juni 2014

wajah-wajah-cantik-warnai-laga-jerman-vs-ghana

http://www.merdeka.com/foto/sepakbola/wajah-wajah-cantik-warnai-laga-jerman-vs-ghana.html


Wajah-wajah cantik hiasi laga Jerman Vs Ghana

Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.




BACK 1/7 NEXT
Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.
©AFP Photo
Suporter timnas Jerman berparas cantik saat menunggu laga pertandingan grup G Piala Dunia 2014 Brasil antara Jerman dan Ghana di Stadion Castelao, Fortaleza, Minggu (22/6)

Sabtu, 21 Juni 2014

Wajah-wajah cantik hiasi laga Jerman Vs Ghana

http://www.merdeka.com/foto/sepakbola/wajah-wajah-cantik-warnai-laga-jerman-vs-ghana.html


 

Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.
©AFP Photo
Pose seksi suporter cantik saat memberi dukungan Jerman


Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.
©AFP Photo
Seorang suporter cantik membentangkan bendera Jerman saat memberi dukungan pada tim negaranya.



Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.
©AFP Photo
Aksi tiga suporter cantik Jerman saat memberikan dukungan kepada tim negaranya melawan Ghana.



Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.

Para suporter cantik dan seksi ini hadir memberikan semangat kepada kesebelasan timnas Jerman saat melawan Ghana.
©AFP Photo
Suporter timnas Jerman berparas cantik saat menunggu laga pertandingan grup G Piala Dunia 2014 Brasil antara Jerman dan Ghana di Stadion Castelao, Fortaleza, Minggu (22/6

Jumat, 20 Juni 2014

facebook.com/nila.jo.5 BrigadirNila Sunarjo

https://www.facebook.com/nila.jo.5?fref=photo

komentar Personel Zebra Metro Voice Digugat Cerai Karena Berselingkuh?

https://id-id.facebook.com/kapanlagicom/photos/a.166357998246.117555.80704363246/10152151292573247/?type=1&relevant_count=1


Nila Jo Masya Allah ini bener2 fitnah buat saya.. Mau tenar tapi caranya licik... Obsesi mau jadi artis tapi caranya ga halal.. Chandra chandra sampe segininya bayar wartawan utk bikin berita di media2,, segitu sakit hatinya kamu,,pdhl aku uda habis2an modalin kamu utk bisa buat band dan jd artis,,tapi ujung2nya malah memfitnah saya.. Saya cukup sabar hadapi smua fitnah dari kamu.. Cukup Allah yg akan membalasnya.. Saya yg ingin cerai knp seolah2 saya yg salah.. Klo polisi gampang utk cerai dari kmrin2 saya sdh gugat.. Astagfirllah




personel-zebra-metro-voice-digugat-cerai-karena-berselingkuh

https://id-id.facebook.com/kapanlagicom/photos/a.166357998246.117555.80704363246/10152151292573247/?type=1&relevant_count=1


https://www.facebook.com/media/set/?set=a.166357998246.117555.80704363246&type=1



http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/personel-zebra-metro-voice-digugat-cerai-karena-berselingkuh-eef0d0.html








Personel Zebra Metro Voice Digugat Cerai Karena Berselingkuh?

Jum'at, 20 Juni 2014 13:46 | 

Dorce Gamalama


Personel Zebra Metro Voice Digugat Cerai Karena Berselingkuh?




Kapanlagi.com - Chandra Wahyu harus menelan pil pahit karena pernikahannya dengan personil girlband Zebra Metro Voice, BrigadirNila Sunarjo yang baru berusia 5 bulan harus kandas.
Diduga, masalah hati menjadi sumber cek cok mereka. Dalam laporan gugat cerainya, pemain film dan penyanyi itu mengatakan bahwa sang istri tak lagi bisa menjaga hatinya dengan baik. Ia sering melakukan sms/bbm 'terlarang' kepada seorang pria yang ditengarai mantan kekasihnya.
"Saya suka mergokin dia sms dan chatting mesra dengan pria lain. Saya sempat menegurnya dan ia berjanji tak akan mengulanginya lagi. Tapi ternyata dia ingkar janji dan mengulangi perbuatan yang sama, itu yang bikin saya kecewa," kata Chandra di Pengadilan Agama Jakarta Timur (19/6).
"Dari bbm sama telpon. Sempat pisah ranjang dua minggu. Ketahuan ada nomor orang lain sering hubungi istri. Di hp nya nggak ada namanya, pas saya cek dengan hp saya, ternyata muncul nama," ujarnya.
Brigadir Nila (kiri) digugat cerai sang suami. @KapanLagi.comĀ®Brigadir Nila (kiri) digugat cerai sang suami. @KapanLagi.com®

Pelantun lagu Pertama ciptaan Dorce Gamalama ini menggugat cerai istrinya dengan nomor laporan No 1860/PDT.G/2014/PAJT/19 Juni 2014. Ditambahkan olehnya, sang istri juga menyebut soal materi.
"Alasan yang nggak bisa diterima lainnya soal materi. Dia bilang saya cari duit yang banyak, biar istrinya nggak begitu. Ini mungkin salah saya, tidak bisa memenuhi apa keinginan istri. Tapi dia udah komitmen menikah dengan pekerja seni, itu kan naik turun. Kalau ada cobaan ekonomi ya harusnya siap," tuturnya.
"Saya masih tahan (soal materi). Tapi kok malah nggak bisa jaga hati. Ada hal yang nggak bisa aku buka. Kalau pacaran memang semuanya manis, sempet bikin bisnis bareng juga padahal awalnya," tandasChandra.

oktavita.com/perselingkuhan-dan-harta-penyebab-cerai-chandra-dan-brigadir-nila

http://oktavita.com/perselingkuhan-dan-harta-penyebab-cerai-chandra-dan-brigadir-nila.htm#jp-carousel-28132


https://id-id.facebook.com/kapanlagicom/photos/a.166357998246.117555.80704363246/10152151292573247/?type=1&relevant_count=1



Personel Girband Polwan 'Zebra Metro Voice' Digugat Cerai Suami

  •  Selebritis
  •  
  •  0
  •  
  •  20 Jun 2014 10:00

Sering cekcok, Brigadir Nila Sunarjo digugat cerai suami.

Liputan6.com, Jakarta Brigadir Nila Sunarjo yang merupakan personel dari girlband 'Zebra Metro Voice' digugat cerai oleh sang suami,  Chandra Wahyu Haryo Susilo.
Gugatan cerai bernomor 1860/PDT.G/2014/PAJT itu didaftarkan langsung oleh Chandra ke Pengadilan Agama Jakarta Timur pada Kamis (19/6/2014).
"Iya benar, hari ini saya mendaftarkan gugatan cerai untuk istri saya. Ada beberapa sebab kenapa saya meminta cerai," kata Chandra usai mendaftrkan gugatan.
Diakui Chandra rumah tangga yang ia bina dengan sang polwan mulai didera permasalahan sejak usia pernikahan masih sangat muda. Bahkan, Chandra sempat keluar rumah selama satu minggu karena cekcok.
"Kami menikah September 2013 setelah pacaran hampir satu tahun. Nah, beberapa hari setelah menikah, ada masalah yang bikin kami cekcok sampai saya harus pergi dari rumah. Tapi, kami sempat berbaikan," ungkap Chandra.
Sayang, tak beberapa lama keduanya kembali cekcok. Dituturkan Chandra, pangkal masalah ialah urusan finansial. Nila dianggap tak bisa mengerti kondisi keuangan Chandra yang bekerja sebagai entertainer.
"Kami sudah coba memperbaiki. Tapi tetap ada cekcok, ya mungkin kami tidak jodoh," lirih Chandra. 
(Rommy Ramadhan)
- See more at: http://showbiz.liputan6.com/read/2066023/personel-girband-polwan-zebra-metro-voice-digugat-cerai-suami#sthash.EI8eKxWH.dpuf

EPAPER SAMARINDA POS

http://epaper.sapos.co.id/

EPAPER TRIBUN KALTIM

http://kaltim.tribunnews.com/epaper/index.php?hal=1

epaper.balikpapanpos.co.id

http://epaper.balikpapanpos.co.id/

epaper.kaltimpost.co.id

http://epaper.kaltimpost.co.id/

Janji Politikus, Jangan Gampang Dipercaya....

http://www.surabayapagi.com/index.php?read=Janji-Politikus,-Jangan-Gampang-Dipercaya....;3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962659ec532b76c6f6ca05e9a39d67847f1


Yth calon Pemilih Pilpres,
Deklarasi damai kedua peserta pemilu presiden (pilpres) telah diucapkan oleh capres Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Keduanya mengucapkan ikrar kampanye pemilu tidak hanya di depan undangan yang hadir di Hotel Bidakara, Jakarta. Tetapi juga didengar pemirsa dari beberapa TV swasta,karena deklarasi disiarkan secara langsung dari tempat membacaan ikrar. Menariknya, deklarasi ini menggunakan tajuk "Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai' . Saya tergelitik bertanya, siapa yang dimaksud dalam topik itu. Sebab pemahaman Pemilu berintegritas itu maknanya luas sekali. Mengapa tidak difokuskan "Deklarasi damai Capres-cawapres Berintegritas". Mengingat, menjelang kampanye, kubu kedua capres riuh melakukan kampanye negatif dan kampanye hitam. Dari membaca dinamika politik teraktual, KPU sepertinya kurang kritis.

Sebagai warga negara yang terdaftar sebagai calon pemilih, saya menilai topik itu melebar kemana-mana. Ahli marketing menuding topik itu tidak fokus. Topik itu justru melebar kemana-mana, ya penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu, capres-cawapres, tim suksesnya, anggota koalisi dan calon pemilih, termasuk pengamat politik. Maka itu dengan mencermati topik deklarasi, akal sehat saya bilang KPU telah menyiapkan deklarasi damai dengan "Luar biasa". Mudah-mudahan kehendak damai benar-benar dilakukan oleh capres-cawapres bersama tim suksesnya dengan cara-cara berintegritas.

Yth calon Pemilih Presiden,
Saya mengajak Anda untuk memaknai pengertian berintegritas agar mudah pemahaman mengoperasionalkan. Sebab integritas itu campuran perilaku, etika dan moral. Untuk menyamakan persepsi, ada baiknya saya ungkapkan
asal - usul kata integritas. Kata itu berasal dari bahasa Latin yaitu "integrate", yang artinya Komplit, utuh dan sempurna (tidak ada cacat). Dengan demikian, pemahaman pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang tanpa kedok. Artinya, sosok atau figur pemimpin yang bertindak sesuai dengan ucapan yaitu satunya kata (yang diucapkan) dengan yang diperbuat, termasuk yang ada dalam hatinya (nawaitu). Pemahaman lebih tajam tentang pemimpin yang berintegritas adalah orang yang konsisten antara apa yang diimani dan perilakunya. Atau antara sikap dan tindakan atau antara nilai hidup yang dijalani dengan nilai-nilai yang diikrarkan. Pendeknya, pemimpin yang berintegritas adalah orang-orang yang menjalankan kehidupannya tanpa kompromi. Pemimpin yang berintegritas lebih religius adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya. Artinya, seorang pemimpin yang memiliki integritas adalah pemimpin yang memiliki integritas dalam moral dan etika.

Yth calon Pemilih Presiden,
Saya mengajak Anda untuk berkontemplasi akankah capres Prabowo dan Jokowi, sama-sama merealisasikan janji-janjinya. Dari meja redaksi, saya menyampaikan pesan moral kepada Anda, karena saya berbicara dan menulis menggunakan tolok ukur manusia berintegritas. Pesan moral saya "jangan percaya, jangan terkecoh dan jangan terbuai" oleh ikrar, janji dan ucapan politikus yang sedang "berdinas" dalam politik praktis.

Alasan saya, umumnya politikus berkampanye, termasuk berjanji bahkan bersumpah, kualitasnya ya tetap sebagai politikus dan bukan pemuka agama. Maka itu, saya mengenalkan kepada Anda akronimnya dari politikus. Plesetan kata politikus terdiri dari "poli" yaitu ruangan dan "tikus" binatang yang suka mengganggu, membuat rusuh, kotor dan kenyamanan hidup di rumah tangga, sawah dan perkantoran.

Selama bergaul dengan beberapa politisi di Jakarta maupun di Surabaya, saya sangat hapal dengan sifat seorang politisi yang cenderung pragmatis. Maka itu, dengan politisi dari partai manapun (saya tidak percaya di Indonesia ada partai Islam, yang ada partai menggunakan jargon Islam) saya tidak pernah memasukkan janji-janjinya dalam agenda kerja. Mengapa? Karena janjinya selalu berubah-ubah. Pemahaman yang dapat saya tularkan ke Anda sebagai calon pemilih (terutama pemilih pemula), pribadi politikus itu acapkali antagonis, mendua atau ambigu. Pengalaman yang saya petik, kadang di suatu tempat, seorang politikus, bisa berkata benar dan jujur, tetapi di tempat lain,dia bisa berkata bohong. Menariknya, ada beberapa politikus yang kadang bicara keras dan kasar, kadang-kadang bisa manis dan lembut intonasinya. Bahkan dalam perjalanan mengenal kepribadiannya, saya memiliki kenangan bahwa seorang politikus itu suka beramal, tapi acapkali berperilaku amat serakah. Bahkan ada politikus yang kadang seolah-olah menghamburkan uang tanpa perhitungan, kadang menumpuk kekayaan untuk dirinya tanpa dasar kebenaran. Maklum, rata-rata politikus yang saya kenali sejak tahun 1977 adalah politisi pragmatis yang suka berubah-ubah.

Nah dengan "hajatan demokrasi" yang di gelar setiap 5 tahunan sekali ini, saya mengajak teman-teman calon pemilih termasuk adik-adik dan kakak-kakak untuk selalu menggunakan akal sehat,kecerdasan dan hati-nurani. Mengapa? Goal dari semua Partai Politik yang mengusung dan mendukung (ikut koalisi) capres-cawapres hanya satu yaitu raihan suara yang maksimal. Secara akal sehat, disitu ada "perhitungan bisnis" yaitu dana kampanye yang "saya" (capres-cawapres) yang dikeluarkan bisa "laba" (kemenangan) dengan hasil yang diperolehnya. Kondisi yang demikian jelas akan menuntut persaingan yang sangat ketat. Secara akal sehat persaingan antara "dua capres-cawapres"ini menghasilkan rumus : hanya caleg yang berkenan di hati rakyat, yang bakal berkantor di Istana Negara, Istana Bogor, Istana Tapaksiring Bali dan naik pesawat pribadi berwarna biru laut seperti warna dasar bendera Partai Demokrat.

Pertanyaan yang saya lempar ke Anda calon pemilih, akankah Anda yang secara nalar makin terdidik, mudah dirayu oleh ikrar dan janji politikus?.

Dengan menggunakan kecerdasan yang meski tidak segenius ( angka 152 seperti capaian capres Prabowo), saya mengkalkulasi jumlah pemilih cerdas akan semakin banyak. Cerdas disini tidak hanya calon pemilih yang berpendidikan sarjana semata, tetapi juga meliputi pedagang kaki lima dan di pasar tradisional. Kecerdasan mereka terkait dengan kebiasaan mereka menghitung uang masuk (cash-in) dan uang keluar (cash out) serta keseimbangannya. Jadi,akal sehat saya bilang bahwa setiap capres yang kini maju sama-sama dituntut kerja keras. Apa itu? Kerja keras untuk merebut nurani rakyat. Ini tidak cukup gampang peraihannya. Makanya, praktik politik uang sering digunakan sebagai jurus tim sukses untuk merayu calon pemilih yang bisa diajak nego dengan iming-iming uang atau materi. untuk diraih dalam suasana politik kekinian.

Yth calon Pemilih Presiden,
Dalam masa kampanye sekarang ini, saya ingin menyatukan langkah dengan Anda semua sebagai rakyat yang cerdas dan kritis. Menyatukan langkah untuk tidak gegabah memilih capres yang sekarang bermain akrobat dengan berbagai gaya dan manuver agar dilirik dan dipilih rakyat. Ibaratnya, saat ini, masa kampanye, kedua capres-cawapres sedang berjualan. Mereka "menjual diri" agar disukai rakyat dan tanggal 9 Juli nanti dipilih oleh rakyat. Nah, Anda sebagai "calon pembeli" harus benar-benar jeli. Jangan sampai Anda membeli kucing dalam karung. Mengingat, capres-cawapres yang sekarang bertarung sedang berjualan dan berpromosi. Otomatis, mereka mengundang konsultan marketing politik dan public relation. Anda pun juga perlu tahu. Dengan tahu, Anda bisa waspada atau tidak terkecoh. Apa itu? Saat ini, setiap capres-cawapres, selain membayar ratusan juta sampai satu angka dalam hitungan miliaran kepada konsultan marketing, juga "membayar" distributor,agen,sub agen dan SPG. Bentuk distributor, agen, sub agen dan salesman bisa berwujud nama-nama relawan, laskar, pendukung dsbnya. Akal sehat manusia akan mengerti fenomena sosial yaitu "masuk kamar mandi terminal Bungurasih saja membayar", apalagi menggerakkan tenaga kerja manusia untuk meneriakkan yel-yel, berdemo sampai pasang badan untuk beradu fisik. Jadi dengan akal sehat saya bilang, di dunia ini tidak ada pekerjaan yang gratis. Semua membutuhkan uang yaitu ada yang sebagai investasi dan dana operasional.

Akhirnya, saya berpesan kepada Anda jangan terpesona dengan visi,misi dan program capres-cawapres yang kini bisa diakses di internet dan youtube. Menggunakan sudutpandang bisnis (terutama bisnis sosial), saya berpesan, perhatian janji dan program capres yang melangit seolah-olah capres itu bisa mengecat langit. Perhatikan dan cermati visi, misi dan program capres-cawapres yang tidak riil dengan kehidupan nyata mayoritas rakyat Indonesia sekarang. Apa itu? Pilih capres yang riil memiliki program kehidupan nyata yaitu yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat di sektor sandang,pangan dan papan. Dari hasil survey saya ke pasar tradisional dan rumah di kampung-kampung, mayoritas rakyat butuh program-program capres-cawapres yang langsung menyentuh kehidupan. Kesimpulannya, program capres-cawapres yang tidak mengacu pada fakta kehidupan rakyat yang sesungguhnya, abaikan, tinggalkan dan ucapkan "mau nipu nih ye". (Bersambung, tatangistiawan@gmail.com)

Mimpi Memimpin Negara, apa Harus Diawali dengan Memfitnah

http://www.surabayapagi.com/index.php?read=Mimpi-Memimpin-Negara,-apa-Harus-Diawali-dengan-Memfitnah;3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962210f9a12572214b87a280bb84ee46aba



H. Tatang Istiawan

TERKAIT:
Sdr. Prabowo dan Jokowi,
Setiap orang boleh bermimpi dan berkeinginan apa saja. Termasuk ingin menjadi kepala Negara sekaligus presiden. Saat ini, Anda berdua sedang berproses berebut kekuasaan menjadi presiden. Nah sebagai pemimpi, sebaiknya Anda perlu tahu apa tugas dan wewenang seorang presiden Republik Indonesia dengan utuh. Mengingat, bila Anda hanya bermimpi menjadi presiden, karena tergiur kekuasaannya yang luas, maka yang akan celaka adalah rakyat. Siapa? baik rakyat yang pernah memilih Anda maupun tidak memilih karena golput atau memilih lawan Anda. Bagi saya, presiden yang hanya mengejar kekuasaan belaka, bisa ditebak akan membuat rakyat menderita lahir-bathin. Oleh karena itu, tidak ada salahnya saya membeberkan track record presiden-presiden sebelumnya, termasuk presiden dua periode pemilihan langsung yaitu SBY.

Bagi saya, ‘’prestasi’’ semua presiden bisa diketahui oleh masyarakat dari media. Apalagi pada era reformasi dan kemajuan teknologi informasi. Oleh karena itu, presiden SBY, selain memiliki prestasi dalam pertumbuhan ekonomi dan politik santun, juga punya rekam jejak yang sering menjadi diskusi publik. Salah satunya adalah munculnya korupsi di lingkaran partai dan pemerintahannya. Kondisi ini belum pernah terjadi dalam pemerintahan presiden-presiden sebelumnya, termasuk pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh presiden Soeharto. Padahal, sebelum menjadi presiden, SBY memiliki track record yang tidak pernah tercela. Jabatan yang pernah dipegang selain Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI, (era Orde Baru), Menteri pertambangan (era Presiden Abdurahman Wachid) dan Menko Polkam (era pemerintahan Megawati).

Anda pasti tahu bahwa saat ini, gaji yang diterima SBY, sebagai Presiden RI sebesar Rp 62.497.800 per bulan. Gaji itu meliputi Gaji pokok sebesar Rp 30,24 juta dan tunjangan jabatan Rp 32,50 juta. Sedangkan dana operasional atau taktis untuk Presiden adalah Rp 2 miliar per bulan. Berdasarkan sejarah presiden selama ini, saya mencata bahwa seorang bermimpi menjadi presiden bukan tergiur oleh gaji dan dana taktisnya, melainkan prestige kekuasaan memimpin negara kesatuan Republik Indonesia.

Sdr. Prabowo dan Jokowi,

Saya ingin menyegarkan pikiran Anda tentang makna kekuasaan atau authority. Secara keilmuan, kekuasaan merupakan suatu kondisi yang memunculkan dua pemahaman yakni, pemahaman tentang orang yang memperoleh kekuasaan dan pemahaman tentang orang yang dikuasai atau tunduk pada kekuasaan. Dalam hal pemilihan presiden, pemahaman sentralnya berkisar pada sumber kekuasaan sebagai legitimasi atas kekuasaannya. Secara keilmuan, sumber kekuasaan membawa seseorang untuk tunduk pada kekuasaan yaitu adanya pembatasan.

Nah, dalam Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan bahwa kedudukan Presiden pada posisi yang sangat penting dalam struktur ketatanegaraan Indonesia. Hal ini menyangkut dua fungsi penting seorang presiden yaitu fungsi sebagai kepala negara dan fungsi sebagai kepala pemerintahan. Untuk itu, kekuasaan yang dimiliki oleh seorang presiden menembus pada area kekuasaan-kekuasaan yang lain, seperti kekuasaan legislatif dan kekuasaan yudisial.

Konstitusi kita mengatur bahwa kekuasaan di Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan terdapat pada Pasal 4 ayat (1) UUD 1945. Dinyatakan bahwa “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.” Dengan ketentuan Pasal ini memperjelas bahwa Presiden RI adalah satu-satunya orang yang memimpin seluruh pemerintahan.

Selain itu, UUD 1945 mengatur bahwa presiden memiliki kekuasaan di Bidang Legislatif. Kekuasaan bidang legislatif yang dimiliki seorang presiden adalah membentuk Undang-Undang bersama DPR. Selain itu, dalam kondisi kegentingan, presiden juga mempunyai kekuasaan membentuk peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang (Perpu). Bahkan presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan Undang-Undang.

Strategisnya posisi seorang presiden menyangkut kekuasaan dalam menentukan anggaran dan pendapatan negara. Pasal 23 ayat (1) UUD 1945 mengatakan: “anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan dengan undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu.”

Besarnya kekuasaan seorang presiden tidak hanya bidang eksekutif dan legislative, tetapi juga merasuk bidang yudisial. Beberapa kekuasaan yudisial yang dimiliki seorang presiden meliputi kekuasaan memberi grasi kepada orang yang dihukum, kekuasaan untuk menghentikan penuntutan terhadap orang atau segolongan orang yang telah melakukan sesuatu tindakan pidana dengan memberikan abolisi. Disamping itu, presiden mempunyai kewenangan untuk memberikan amnesti dan rehabilitasi kepada seseorang yang haknya telah hilang akibat putusan pengadilan.

UUD 1945 juga memberi presiden kekuasaan di Bidang Militer. Hal ini diatur dalam pasal 10 UUD 1945 yang mengatakan“Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.” Pasal ini memastikanbahwa presiden adalah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Bahkan dengan persetujuan DPR, seorang presiden mempunyai kekuasaan untuk menyatakan perang dan membuat perdamaian dengan negara lain. Selain itu, kekuasaan presiden mengurus Hubungan Luar Negeri, menangani masalah darurat dan mengangkat atau menetapkan Pejabat Tinggi Negara.

Dengan kekuasaan yang demikian luas, besar dan strategis, saya bertanya mengapa saat sedang kampanye, sebagai calon presiden (capres) Anda melakukan fitnah-fitnah kepada lawan berkompetisi Anda. Itukah karakter seorang calon presiden Indonesia era 2014-2019. Saya tidak habis mengerti, bagaimana Negara ini ketika Anda pimpin nanti.

Sdr. Prabowo dan Jokowi,

Sebagai sama-sama muslim, Anda perlu tahu bahwa Islam memposisikan tindakan memfitnah hukumannya lebih berat dari ketidaktaatan. Menurut guru ngaji saya, Fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat dari Allah. Mengingat, fitnah akan menciptakan kebingungan. Dalam banyak kejadian, fitnah akan menciptakan situasi dimana banyak orang akan terjatuh dalam dosa. Bahkan guru ngaji saya menegaskan bahwa orang yang menebar fitnah pada hakikatnya telah jatuh kedalam perangkap setan. Oleh karena itu, para ulama mengingatkan tidak ada jalan keluar bagi orang yang membuat fitnah. Bahkan tidak ada pengampunan bagi orang yang membuat fitnah. Maka itu, Allah swt tidak suka dengan orang yang suka memfitnah.

Dampak dari sebuah fitnah, guru ngaji saya menyebut akan berkepanjangan. Artinya ketika seseorang membuat fitnah, setelah itu, bisa terjadi ada orang yang mempercayai fitnah itu sampai generasi baru yang datang. Mereka bisa berpikir kabar fitnah itu adalah kenyataan dan kebenaran. Kadang baru memunculkan situasi bahwa cerita itu sebenarnya adalah fitnah. Maka tidak ada jalan keluar untuk mereka yang memfitnah, dan juga orang-orang yang menyebar fitnah, adalah dosa orang yang memfitnah lebih besar dari dosa orang yang melakukan dosa besar.

Dalam memberi gambaran akibat fitnah, Guru ngaji saya mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang berkata," Syafaa`ti li ahl al-kabaair min ummati, Syafaatku untuk orang yang melakukan dosa besar". Maka itu, atas pemahaman hadits ini tidak akan ada syafa'at Nabi Muhammad saw untuk orang-orang yang membuat fitnah. Dinyatakan juga bahwa, Iblis pun berada di bawah kutukan Allah swt, maka orang-orang yang membuat fitnah, juga akan dikutuk seperti iblis. Jadi tidak ada yang bisa membawa orang keluar dari kutukan itu.

Lalu bagaimana dengan orang yang membuat sebuah cerita bohong dan menyebarkan kebohongan itu ke publik seperti yang dilakukan tabloid ‘’Obor Rakyat’’? Guru ngaji saya menyamakan mereka seperti pembuat fitnah dan berada di bawah kutukan Allah. Artinya, mereka menjadi seperti setan yaitu tidak ada syafa'at baginya dan tidak ada syafa'at untuk setan.

Secara hukum, perbuatan fitnah harus memenuhi unsur-unsur Pasal 311 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang mengatakan“Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu, jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama-lamanya empat tahun.”

Dalam praktik beracara hukum pidana, unsur-unsur Pasal 311 ayat (1) KUHP acapkali diarahkan untuk merujuk pada ketentuan menista pada Pasal 310 ayat (1) KUHP. Bunyi Pasal 310 ayat (1) KUHP mengatakan;“Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-“ Dan dalam pembuktian, memfitnah, menista dan menghina harus dilakukan dengan cara “menuduh seseorang telah melakukan perbuatan yang tertentu” dengan maksud tuduhan itu akan tersiar yaitu diketahui orang banyak.

Adanya praktik fitnah terhadap Jokowi melalui ‘’Obor Rakyat’’, dan pembocoran rahasia Mabes TNI tentang rekomendasi DKP (Dewan Kehormatan Perwira) atas tindakan Letjen Prabowi Soebianto, akankah Polri menindaklanjuti? Untuk kedamaian masyarakat pendukung kedua kubu ditingkat bawah, ada baiknya, Anda berdua perlu menemui Kapolri agar laporan soal fitnah ini segera diproses secara hukum. Mengingat, Anda adalah calon presiden yang bila setelah menjadi presiden jangan sampai ditemukan terlibat perbuatan tercela yaitu turut serta melakukan fitnah, apalagi sampai menyuruh atau mendanai. Mengingat, fitnah itu dapat berupa berita yang benar-benar terjadi dan dapat juga berita “isapan jempol” belaka. Akhirnya, saya berharap Anda tidak bermimpi memimpin Negara dengan mengawali memfitnah atau turut serta Memfitnah. (bersambung, tatangistiawan@gmail.com)

Capres yang Sering Difitnah, Bisa Menang... Ingat SBY

http://www.surabayapagi.com/index.php?read=Capres-yang-Sering-Difitnah,-Bisa-Menang...-Ingat-SBY;3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962c4276a28e9bb22d6d6d62237535fbefb


Sdr. Jokowi-Prabowo,

Anda telah melalui dua debat terbuka yang disiarkan secara nasional oleh beberapa TV. Penampilan, cara berkomunikasi dan konsep-konsep Anda berdua telah didengar dan dilihat oleh rakyat yang beragam. Sebagai calon presiden yang dituntut untuk mendengar suara rakyat, saya ingin memberi masukan dari suara rakyat yang ditampung harian kita ‘’Surabaya Pagi’’ dan dimuat dalam edisi Senin kemarin (16/6/2014). Saya tidak menduga wong cilik mengaku akan Golput. Fenomena apa yang terjadi dalam Pilpres 2014 kali ini.

Suara rakyat itu antara lain Faisol, penjaga warung kopi di daerah Waru, Sidoarjo. Usai menonton acara debat capres Senin ini, ia mengaku kecewa. ‘’Salah satu capres mengumbar janji. Belum tentu apa yang dikatakan itu terlaksana. Capres itu berjanji hanya berharap Indonesia lebih baik,” ucapnya dengan nada kesal.

Sedangkan Joko, seorang tukang becak, yang mangkal di Terminal Bungurasih menilai capres yang bertarung jangan hanya janji-janji. “Rakyat jangan cuma diberi mimpi. Disuruh memilih tapi janjinya tak ditepati,” kritik Joko, 36 tahun.
Sementara itu , Hendrawan (17), arek asal Dukuh Kupang menilai debat capres tak menarik perhatiannya. “Saya makin nggak suka politik, males. Gitu-gitu aja. Enak pejabatnya daripada rakyatnya. Lebih baik Golput,” cetusnya saat berada di Indomaret Jl Diponegoro.

Pengakuan Faisol, Joko dan Hendrawan, tak beda dengan Samsul (42), tukang sapu di taman depan Grahadi. “Untuk apa nonton debat capres, nasib saya nggak akan berubah. Ada presiden baru, saya tetap jadi tukang sapu. Saya akan golput saja,” cetusnya.

Empat wong cilik itu bisa Anda anggap tidak mewakili kelas bawah lainnya. Itu hak Anda untuk tidak mengakui suara keempat wong cilik yang berada di kota Surabaya. Tapi sebagai politikus yang mengerti hakikat suara rakyat, cetusan spontan empat pria usai menonton debat capres melalui TV perlu Anda telaah, mengapa mereka kecewa. Tentu memiliki alasan. Justru yang menarik adalah alasan tentang pesimisme mereka dengan janji-janji Anda yang dikesankan mengumbar janji. Akhirnya rencana pilihan mereka adalah golongan putih (Golput).

Sdr. Jokowi-Prabowo,
Anda berdua saya anggap sama-sama sudah paham bahwa inti dari demokrasi adalah prinsip kedaulatan rakyat. Terkait dengan kedaulatan rakyat, terdapat slogan yang menyatakan bahwa Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Slogan ini berangkat dari sebuah asumsi, bahwa kesepakatan mayoritas (wakil) rakyat dalam sistem demokrasi itu pasti mencerminkan kebaikan dan bakal menghasilkan penyelesaian yang memuaskan bagi seluruh rakyat. Logika ini menggunakan pendapat bila kebanyakan orang setuju, pastilah persetujuan itu akan berkait dengan hal-hal yang dipandang baik oleh kebanyakan orang.

Logika ini didasarkan bahwa Tuhan merupakan sumber kebaikan, maka persetujuan kebanyakan orang atas sesuatu yang dipandang baik itu juga tentu selaras dengan kehendak Tuhan. Dari situlah disimpulkan, Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Artinya
Rakyat sebagai pemilik kedaulatan pun kemudian naik daun. Aspirasi dan keinginan rakyat menjadi amat bertuah, sehingga jadi obyek buruan Anda berdua yang berambisi menguasai negara. Maka itu munculnya dalih “vox populi vox dei,” suara rakyat disakralkan karena ia dipahami seakan-akan identik dengan firman Allah. Sadarkah Anda berdua dengan logika ini. Jika sadar, masihkah Anda dalam berebut kursi R-1, mengakali rakyat, membuat fitnah, mengiming-imingi rakyat dengan uang (money politics) dan mengintimidasi rakyat? Siapa diantara Anda berdua melakukan praktik-praktik curang dan tercela seperti itu? Saya memastikan, tidak satu pun diantara Anda berdua jujur mengakui kecurangan Anda. Meski Anda tidak mengaku, rakyat akan mencatat. Hal ini bisa Anda simak dari pengakuan polos empat wong cilik asal Surabaya yang dimuat harian kita Surabaya Pagi,Senin kemarin (16/6). Dalam pileg kemarin, KPU mencatat ada 24,89 persen yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Sementara dalam Pemilu tahun 2009 tercatat 29,1 persen suara pemili golput.
Anda juga sudah mengetahui penyebab golput, selain persoalan administratif, juga teknis yaitu tak ada waktu datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Disamping alasan politis yaitu ada ketidak percayaan pada Anda sebagai capres dan juga KPU sebagai institusi pemilu.

Sdr. Prabowo-Jokowi,
Saya menyegarkan ingatan Anda berdua bahwa dalam Pemilu Legislatif, 9 April yang lalu, 'Partai Golongan Putih' keluar sebagai pemenang, baru PDIP, Golkar. Gerindra dan Partai Demokrat. Kemenangan Partai Golongan Putih itu,bukan tidak mungkin akan menjadi pemenang lagi dalam Pemilu Legislatif. Katakan suara Golput tetap 24,89%, berarti satu diantara Anda berdua tidak akan bisa memperoleh suara diatas 50%. Itu berarti akan ada putaran kedua.

Maka itu, dalam sisa kampanye dua minggu ini, kesempatan bagi Anda untuk sama-sama memperbaiki cara kampanye Anda. Salah satunya hentikan kampanye negatif dan fitnahan. Berlomba-lombalah mensosialisasikan program kerja presiden 5 tahun ke depan dengan realistis. Artinya capres yang masih menghujat, memfitnah dan membuat program bombastis, bersiap-siapkan untuk ditinggalkan oleh pemilih terdidik. Mengingat, program yang bombastis secara ilmu manajemen dianggap program yang tidak realistis.

Sebaliknya, capres yang terus-menerus dihujat, dijelek-jelekkan, difitnah dan dicari-cari kekurangan dan kesalahannya, bisa mengundang empati dari publik yang semula apatis dan skeptis. Mengapa? Capres yang demikian dianggap orang yang didholimin, dianiaya dan dikeroyok. Bisa jadi pemilih golput yang berjumlah 24,89% akan memilihnya, karena bersimpati. Bukan tidak mungkin, suara capres yang didholimin dan sering difitnah dapat memperoleh suara diatas 60%. Ingat kasus SBY, pada pemilu presiden secara langsung tahun 2004 yang dicemooh macam-macam oleh suami presiden Megawati, Taufik Kiemas, yang kini sudah almarhum.

Dalam prediksi saya, bila dua minggu ini penjelek-jelekan capres tidak pernah dihentikan, bisa jadi kelompok terdidik yang berpandangan sinis bisa memilih capres yang teraniaya. Apalagi kasus tabloid 'Obor Rakyat' tidak segera diungkap dalang dan jaringannya, kaum terdidik termasuk aktivis bisa membuat sikap dari golput memihak capres yang teraniaya tanpa mendapat perlakuan adil dari aparat penegak hukum. Konsep pemihakan ini bagian dari sikap civil society (masyarakat madani) terhadap warga sipil yang didholimin.

Sdr Prabowo-Jokowi,
Saya ingin berdiskusi dengan Anda melalui Harian Surabaya Pagi. Dalam pandangan saya, orang terdidik adalah orang yang mengenal, mengenyam dan menghormati masalah pendidikan. Mengapa? Karena, pendidikan adalah hak semua, digunakan untuk kepentingan semua. Dalam hal ini, pendidikan menekankan pada partisispasi dan kontribusi semua orang. Artinya, orang terdidik biasanya memiliki kesadaran dan pemahaman konseptual tentang kebenaran dan keyakinan. Mengingat, orang terdidik selalu terpanggil untuk membebaskan dan memanusiakan manusia. Termasuk memperhatikan rasa kemanusiaan terhadap capres yang sudah dikeroyok, masih dijelek-jelekan, dicari-cari kesalahan dan kekurangannya, serta difitnah dengan berbagai media. Pembelaan orang terdidik ini bagian dari "suara rakyat,suara Tuhan". Artinya,

“Vox Populi Vox Dei" adalah suatu pernyataan yang mengindikasikan rakyat mulai berani menggugat hegemoni penguasa absolut. Pernyataan ini pernah populer di masa pencerahan (renaesance). Bisa jadi akan ada perlawanan dari rakyat terhadap kelompok yang sering memfitnah atau sewenang-wenang. Mereka yang suka memfitnah tak beda dengan "penguasa yang otoriter". Dalam pandangan saya orang yang berani membela terhadap mereka yang selalu dianiaya, menyamakan dirinya dengan Tuhan. Suara rakyat yang membela orang yang didholimin bisa merasa mendapat hak istimewa dari Tuhan untuk menghadapu segenap aspek kehidupan manusia yang merendahkan sesama manusia.(tatangistiawan@gmail.com)

harus-kuat-iman-baru-40-dai-yang-quotterjunquot-ke-dolly

http://www.kaskus.co.id/thread/5290744c1e0bc3d953000001/harus-kuat-iman-baru-40-dai-yang-quotterjunquot-ke-dolly/

PSK Dolly Ini Kelabakan Jika Layani Pelanggan TNI atau Polisi

http://kupang.tribunnews.com/2014/06/18/psk-dolly-ini-kelabakan-jika-layani-pelanggan-tni-atau-polisi





Rabu, 18 Juni 2014 13:52 WITA
PSK Dolly Ini Kelabakan Jika Layani Pelanggan TNI atau Polisi
AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO
Seorang pekerja seks beristirahat di kamarnya di kawasan Dolly, Surabaya, 25 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014. 
POS KUPANG.COM, SURABAYA -- Rencana penutupan kawasan lokalisasi prostitusi Dolly di Kota Surabaya memaksa para pekerja seks komersial yang selama ini bekerja di sana, berbaur dengan warga yang menolak penutupan, berunjuk rasa di jalan.

Pemandangan itu pula yang terjadi sejak Rabu (18/6/2014) pagi hingga siang ini. Banyak PSK yang mengenakan masker dan topi untuk menutupi wajahnya ikut berdemo. Mereka membawa berbagai perlengkapan dapur dan memukul-mukulnya hingga menimbulkan kegaduhan.

Selama ini, sosok para PSK itu hanya bisa dilihat oleh para pengunjung yang datang ke wisma-wisma di Dolly. Mereka biasanya duduk berjajar di sofa panjang, di dalam sebuah ruangan yang dibatasi dengan kaca besar. 

Namun siang ini, mereka terang-terangan menunjukkan jatidirinya. Bahkan salah satu PSK, yang mengaku bernama Endita tak sungkan untuk menceritakan perjalanan hidupnya hingga terdampar di Dolly. 

Endita yang mengaku sebagai sarjana lulusan sebuah universitas di Sidoarjo ini mengaku sudah dua tahun bekerja sebagai PSK. Namun Ibu dan kedua adiknya di kampung tak tahu bahwa uang yang selama ini dikirimkannya adalah hasil dari menjual diri. 

"Sekarang tinggal ibu saya. Yang penting kedua adik saya tidak seperti saya dan harus tetap sekolah hingga jadi sarjana dan bisa bekerja. Biar saya saja yang kerja seperti ini," kata dia.

Dengan penghasilannya di Dolly, Endita mengaku bisa menyisihkan uang untuk kebutuhan keluarganya. Tiap dua minggu sekali dia kembali ke Sidoarjo untuk menjenguk ibu dan adik-adiknya.

Kelabakan
Dalam salah satu bagian kisahnya, Endita mengaku kerap kesal dan kelabakan jika mendapat pelanggan anggota TNI dan Polisi. "Ganas di ranjang. Saya malah yang kelabakan melayaninya," katanya lirih.

Endita lebih suka mendapat tamu pengusaha dan anak muda. Dulu, dia sering diundang untuk melayani pelanggannya di luar wisma di Dolly. "Kalau dibawa keluar besar bayarannya. Tapi susah izinnya ke pemilik wisma. Sekarang sudah jarang "main" di luar wisma," ujar dia.

Ditanya soal nasibnya ke depan menjelang penutupan kawasan Dolly oleh Pemkot Surabaya, Endita mengaku pasrah. "Tapi harapan semua teman-teman di Dolly tetap dibuka. Jelang puasa memang akan ditutup. Tapi setelah lebaran akan kembali dibuka," jawab dia.

Foto-foto Para PSK Dolly Blokir Jalan Masuk Gang Dolly

http://uniqpost.com/116979/foto-foto-para-psk-dolly-blokir-jalan-masuk-gang-dolly/




Read more at http://uniqpost.com/116979/foto-foto-para-psk-dolly-blokir-jalan-masuk-gang-dolly/


Foto-foto Para PSK Dolly Blokir Jalan Masuk Gang Dolly

Read more at http://uniqpost.com/116979/foto-foto-para-psk-dolly-blokir-jalan-masuk-gang-dolly/

PSK Dolly: Saya Juga Sering Layani Pejabat, Kok






Kamis, 19 Juni 2014 13:26 WITA
PSK Dolly: Saya Juga Sering Layani Pejabat, Kok
AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO
Pekerja seks menutup wajah mereka dengan koran saat polisi militer melakukan patroli di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014. 
POS KUPANG.COM, SURABAYA --  Salah seorang pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku bernama Lita mengatakan sering melayani pejabat. Terkait hal itu, dia tidak terima jika kompleks lokalisasi prostitusi Gang Dolly ditutup. 

"Saya juga sering melayani para pejabat, kok. Enaknya sendiri dia mau menutup," kata dia saat ikut memblokade jalan menuju Gang Dolly, Surabaya, Rabu (18/6/2014).

"Jangan salahkan jika Dolly ditutup, kami berbuat liar dan meresahkan masyarakat dan suami banyak orang," katanya lagi kepadaKompas.com.

Ditanya apakah ada tawaran solusi kepada Pemkot Surabaya, Lita mengatakan tidak. Pokoknya, kata dia, Gang Dolly tetap dibuka.

"Tawaran kita, (Dolly) tetap dibuka dan PSK yang liar disiapkan tempat. Dolly sudah nyaman, tidak meresahkan rakyat karena sudah ada lokasinya. Yang liar yang harus ditertibkan," kata dia.*